Panduan pemulihan tanam pindah dan anakan awal padi musim tunggal saat musim hujan
Panduan pemulihan tanam pindah dan anakan awal padi musim tunggal saat musim hujan Sekitar 12 Juni 2026, padi musim tunggal di Hangzhou dan Delta Yangtze memasuki fase penting setelah tanam pindah mekanis: pemulihan akar, anakan awal, pengelolaan air dangkal, pemupukan bertahap, dan pemantauan hama penyakit. Topics: Teknologi pertanian, Penanaman, Pertanian cerdas, Solusi.
Menjelang 12 Juni, banyak sawah padi musim tunggal di Hangzhou dan Delta Yangtze sedang berada pada jendela penting antara tanam pindah mekanis, pemulihan akar, dan awal pembentukan anakan. Tiga risiko utama saat ini adalah saluran air tersumbat setelah hujan, pemupukan susulan yang terlalu cepat, dan pemantauan yang terlambat sehingga hawar pelepah atau wereng berkembang lebih luas. Pengelolaan sawah perlu mengikuti urutan yang jelas.
1. Pertahankan genangan dangkal dan buang air keruh segera setelah hujan
Panduan Kementerian Pertanian Tiongkok tanggal 22 Mei 2026 untuk menghadapi hujan lebat pada padi wilayah selatan menekankan genangan dangkal pada sawah yang baru dipindah tanam serta pembersihan saluran sebelum hujan besar. Untuk sawah saat ini, 1 hingga 3 cm air adalah kisaran yang paling aman. Setelah hujan berulang, keluarkan dulu air keruh yang menggenang, lalu kembalikan air bersih dangkal.
2. Beri pupuk susulan menurut kondisi tanaman 5 sampai 7 hari setelah mulai pulih
Panduan resmi Januari 2026 tentang pengelolaan air dan pupuk pada padi menyebutkan bahwa pupuk anakan sebaiknya diberikan 7 sampai 10 hari setelah tanam pindah dengan nitrogen cepat tersedia dan kalium. Bila daun pucat dan anakan lambat, lakukan koreksi awal. Bila hamparan sudah hijau tua dan populasi dasar cukup, tunda tambahan nitrogen agar tidak memicu anakan tidak produktif.
3. Periksa rumpun hilang, bibit hanyut, dan keseragaman baris
Pada musim hujan, titik kosong, bibit mengambang, atau baris yang tidak rata mudah terlewat. Pemeriksaan harus melihat kesinambungan baris, sudut petak, pintu masuk air, dan titik rendah. Bila perlu sulam, lakukan pada jendela cuaca baik terdekat. Bahan teknis Zhejiang tentang pemupukan samping dalam untuk tanam pindah mekanis juga menekankan bibit muda, populasi stabil, dan pemulihan akar yang cepat.
4. Awasi dulu hawar pelepah dan wereng sebelum memutuskan aplikasi
Analisis agrometeorologi nasional bulan Juni dan bahan teknis padi Zhejiang sama-sama memperingatkan bahwa kelembapan tinggi di wilayah Jiangnan meningkatkan risiko awal hawar pelepah, wereng, dan penggulung daun. Mulailah dari pelepah bawah dekat permukaan air, area kanopi rapat, dan tepi sawah yang banyak gulma, lalu lanjut ke bagian bawah daun dan daun tengah. Jika drainase, penurunan kelembapan, perangkap cahaya, dan papan lengket masih cukup menekan tekanan, dahulukan langkah tersebut.
5. Satukan tinggi air, kondisi bibit, catatan pupuk, dan foto hama dalam satu log petak
Untuk digitalisasi sawah padi, empat kelompok data paling berguna adalah kedalaman air, foto pertumbuhan, catatan pupuk, dan pengamatan hama. Penggaris air atau sensor, data hujan, dan catatan ponsel berisi tanggal, dosis, serta foto petak bermasalah membantu menentukan kapan menguras, kapan memupuk, dan petak mana yang diprioritaskan untuk perlindungan tanaman.
6. Jaga urutan kerja: stabilkan air, cek bibit, dorong anakan, lalu kendalikan risiko
Urutan kerja pada hari-hari ini tidak boleh dibalik. Pertama stabilkan genangan dangkal dan drainase, lalu cek rumpun hilang dan kecepatan pulih, berikutnya berikan pupuk bertahap sesuai warna dan vigor tanaman, dan terakhir lengkapi pemantauan hama penyakit serta pencatatan digital. Jika akar sudah kuat saat fase pulih, tanaman masuk tahap anakan dengan populasi lebih seragam dan dasar yang lebih baik.
Sumber
- Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan: panduan teknis padi selatan saat hujan lebat
- Jaringan Informasi Pertanian Tiongkok: analisis agrometeorologi Juni 2026
- Jaringan Informasi Pertanian Tiongkok: pengelolaan air dan pupuk untuk padi hasil tinggi
- Bahan teknis Zhejiang: pemupukan samping dalam dan pengelolaan anakan setelah tanam pindah mekanis