Panduan pengelolaan dompol anggur dan pemantauan penyakit saat musim hujan plum
Panduan pengelolaan dompol anggur dan pemantauan penyakit saat musim hujan plum Pertengahan Juni membawa tekanan hujan tinggi ke kebun anggur di Hangzhou, Jinhua, dan Jiaxing. Panduan ini merangkum beban dompol, drainase, ventilasi naungan, pemeriksaan embun bulu dan busuk putih, serta catatan irigasi tetes. Topics: Teknologi pertanian, Penanaman, Pertanian cerdas, Solusi.
1. Mulai dari saluran air, plastik pelindung, dan beban buah
Saat musim hujan datang, periksa dulu parit keliling, drainase samping, ventilasi pelindung, dan jalur irigasi tetes. Pertahankan satu dompol pada setiap tunas berbuah dan kosongkan tunas yang lemah. Untuk varietas berukuran sedang hingga besar, tipiskan dompol menjadi sekitar 40 sampai 60 buah dan buang buah cacat, sakit, atau terlalu rapat agar sirkulasi udara membaik.
2. Setelah hujan, buang air dulu lalu putuskan penyiraman
Pada fase setelah berbunga dan pembesaran buah, anggur sensitif terhadap genangan sekaligus perubahan kelembapan yang tajam. Pedoman teknis Pujiang menekankan drainase pada musim hujan dan irigasi hanya ketika cuaca kembali panas dan kering. Setelah hujan, cek genangan dan kelembapan zona akar lebih dulu sebelum menyalakan tetes.
3. Saat pembesaran buah, kendalikan nitrogen dan perkuat kalium serta kalsium
Banyak varietas awal dan pertengahan musim kini berada pada fase pembesaran buah atau menjelang perubahan warna. Fertigasi perlu menahan nitrogen dan memperkuat kalium serta kalsium. Blok yang lemah dapat diberi sedikit tambahan nitrogen, sedangkan blok yang terlalu vigor perlu menguranginya. Untuk kebun yang memakai kantong buah, semprot fungisida pelindung lebih dulu lalu lakukan pembungkusan saat cuaca kering.
4. Pantau embun bulu, busuk putih, dan pengeringan tangkai sebelum semprot
Tekanan penyakit naik cepat dalam kondisi lembap. Pemantauan perlu fokus pada embun bulu, busuk putih, antraknosa, kapang abu-abu, dan kecokelatan tangkai dompol. Periksa daun bagian bawah, tanaman lemah di tepi pelindung, bahu dompol, dan buah yang terluka sebelum memutuskan aplikasi pestisida. Sanitasi kebun, jaring, perangkap lengket, dan pembungkusan buah harus didahulukan.
5. Hubungkan irigasi, kelembapan, dan catatan inspeksi ke ponsel
Digitalisasi kebun anggur tidak perlu langsung berat. Empat data sudah sangat berguna: suhu dan kelembapan kanopi, lama daun tetap basah setelah hujan, kelembapan zona akar, serta foto inspeksi dan catatan semprot. Stasiun cuaca kecil, sensor tanah, katup, dan buku catatan di ponsel sudah cukup untuk memperbaiki keputusan drainase, ventilasi, irigasi, dan pemeriksaan ulang.
6. Jaga urutan kerja: air, nutrisi, penyakit, lalu pencatatan
Urutan kerja beberapa hari ini perlu jelas: keluarkan air dan ventilasikan dulu, lalu atur dompol, lanjutkan fertigasi bertahap, selesaikan perlindungan sebelum pembungkusan, dan akhirnya lengkapi catatan inspeksi serta irigasi. Saat kelembapan musim hujan terkendali dan data lapang tercatat rapi, pewarnaan buah, pengendalian pecah buah, dan mutu pasar menjadi lebih stabil.